Friday, April 22, 2011

The Wind


Merlin disappeared from Arthur’s world for many years; then one day he suddenly reappeared, walking out of the forest and up to Camelot. Overjoyed to see his master, King Arthur ordered a royal banquet in his honor. But Merlin acted bewildered, looking at his former pupil as if he had never seen him before.

“Perhaps I might attend, if U are who I take U to be,” Merlin said, “but tell me truly, who are U?” Arthur was astonished, but before he could protest, Merlin addressed the assembled court, saying loudly, “I shall offer this bag of gold dust to anyone who can tell me who this person is.” And immediately a purse bulging with pure dust of gold appeared in his hands.

Baffled and chagrined, none of the Round Table knights came forward. Then a young page ventured, “We all know this is the king.” Merlin shook his head and curtly dismissed the page from the hall.

“Don’t any of U know who this is?” he repeated.




Saturday, January 15, 2011

Bila Merdeka (Part 1 & 2) by Sajakiri








Music : Zainal Zulia
Lyrics : Cpol (Dhuat)



kaukah si jebat yang derhaka
'tau sang perwira disanjung
patutkah dipuja 'taupun dimurka
kerna timbangan tak sekata...

neraca neraka tipu dan dusta
sergah nista dengan jiwa
tegakkan dirimu sang perwira
bebaskanlah nusa mu...

bangunlah sang perkasa
atur lah rentaknya...

tarilah canggungmu di gelanggang
bersilat dengan irama...
biar memutih sang petualang
sumpah keramat bergema...


kernanya cintanya nusa bangsa
kernanya cintanya sumpahnya...

bangunlah sang perwira
atur lah rentakmu..

Cho : biarpun nyawa jadi taruhan
jasad terbilang...
mekarlah nama jadi sebutan
harumlah dikau

walaupun harung badai samudra
walau derita
kerana hidup hanya mulia
bila merdeka...


The Composition
I wrote the song 10 years ago (1999), when i was a young adult (or an old teenager) who loves heavy music, and expressing my inspiration thru aggression music. My band at that time, FOREO, play heavy music, particularly Metallica songs.

As far as I can recall, the intro riff was inspired by STP's Dead & Bloated and Nirvana's Aneurysm. However we never play the song in FOREO.



The Recording
I recorded most of the instrument 4 years back, using my MRS8. But i updated my vocal 2 weeks ago. This is my first ever 'growl 'vocal attempt .

Credit to Ken for lending his Gibson Standard guitar. Love the warm sound.


The Lyric
This is heavy music, so I need someone who can deliver 'heavy' lyric as well. And Cpol never dissapoint me. He always brings 'subtance & style' together. That's what I love about him. His previous work with me was Mantra Buana.

The tagline of the song is :
kerana hidup hanya mulia
bila merdeka...
So cool. So true.


The video
This is another great Video from Aniboom, my favourite animation video library. But the high resolution on the visual forces me to cut song to 2 pieces. Rather a cool solution. Now i have 1 song in 2 series, just like a movie.

Monday, November 15, 2010

MHI : SajaKiri TV Debut !





13 Oct 2010

"Sesuatu"

Written : Zainal Zulia
Vocal : M Muhsin
Hosts : Abby Fana & Ally Iskandar
Producer : Ahmad Fedtri Yahya
Courtesy of TV3

Friday, October 15, 2010

CD Promo : δajakiri Ep 2.1



CD Single : Sajakiri Ep2.1

Lagu
1- Tinggal Rangka
2- Sesuatu
3 . Tinggal Rangka (minus 1)
4. Sesuatu (minus 1)

Price (including Postage)
Peninsular Malaysia - RM10
Sabah & Sarawak - RM12



Wednesday, September 15, 2010

Pelangi by Sajakiri





Lagu & Lirik : Zainal Zulia
Sajakiri Music 2010




Biar, biarkan ku menangis
Mengenangkan runtuhnya awan

Biar, biarkan ku berduka
Bila tiba hujan ke bumi

Mana, mana hilangnya
Terik matahari yang menyinar

Mana, mana hilangnya burung
Sekumpulan berterbangan

Ku kan lari mengejarnya
Biar patah, biar hilang
Nyawa ku separuh
Tidak akan kumenyerah
Ku mengalah


Warna-warni pelangi
Membawa hari-Nya

Selepas hujan selepas ribut
Kau bawa rahmat-nya


Kurnia-Nya selepas hujan /ribut




Review

Lagu ini dicipta pada tahun 2002, ketika berada di Dublin. Ketika ini aku baru sahaja membeli Tascam Analog 4-Track Recorder, dari seorang maestro gitar melayu di sana, Farid (Along) dengan harga Euro300 (harga kawan2).

Ku masih ingat lagi demonya direkord di bilik kosong di Malaysian House, Camden Street, diengineer oleh Farid, dan ditonton oleh Zul (mamat sound). Ini pada Musim Panas, dimana marghribnya pada pukul 930.

Sungguh seronok kerana hari terasa panjang tapi masih nyaman.

Disebalik kehidupan di Dublin yg agak dull, bosan dan sepi, lagu ini benar2 menghiburkan kami bertiga. Dengan menggunakan Gibson Ephiphone Acoustic yg baru dibeli, terasa 'warna-warni' di sebalik kedinginan ini.

'Pelangi' sukar ku temui di sini. Mungkin aku tidak cukup observant. Selalunya gloomy. Tapi lagu inilah 'Pelangi' kami.

Ini lagu seni. Kebanyakkan lagu2 ku lagu 'seni' (seni di sini bermaksud 'bukan mainstream). Aku tak pasti samada orang akan terhibur atau tidak. Cuma, akan kupastikan sekurang2nya aku seorang yang 'terhibur'. Cukuplah.

Sunday, August 15, 2010

Darah by TuLanG

Music/lyrics/arrangement by : Zainal Zulia
Performed by : TuLanG
Sajakiri 2008





Jauhnya perjalanan
Umpama satu mimpi
Mimpi yang panjang bagai satu
Realiti kehidupan
Kejutkan ku dari tidurku
Kejutkanlah aku kawan

Bangunlah
Bangkitlah dari mimpi
Yang tidak pasti
Buangkan ia

Pandanglah
Lihatlah ke hadapan
Masa depanmu
Anugerah-Nya


Selagi ada darah
Mengalir di dadaku
Selagi adanya sinaran
Matahari di hari-Nya
Takkan kulena di siang hari
Aku ingin hidup sebelum ku mati

Segala persoalan
Tersiratnya jawapan
Ku pasti kita akan temuinya
Ku pasti kita akan temui segala jawapannya
Percayalah





Inspirasi

Lagu ini mengisahkan tentang perjuangan ketika tiba di seberang laut, Dublin di Ireland. Perginya ku di situ hanyalah untuk merasai 'dunia di sebelah lain'. Aku benar-benar rasa bermimpi. Tiap-tiap jejakku umpama terapung di atas kaki sendiri. Aku seolah-olah tiada arah tujuan. Umpama berseorangan di lautan luas. Untuk apa beradanya ku di sini?

Setiap detik-detik manis masih jelas di ingatan. Hubungan sesama manusia jugalah adalah kunci kebahagian manusia. Aku rela hanyut dalam kebahagian itu.

Setiap lagu-laguku adalah diari hidupku. Diari ini umpama 'mesin-masa' yg '3 dimensi', membawa aku kembali ke saat-saat itu, melihat dari sudut mataku sendiri. Biarpun coretan ini tiada kaitan dengan lirik lagu ini, tetapi 'vibration' dan 'feel'nya datang dari masa itu.

Aku ingin mengingati sebagai kenangan manis.

Tuesday, June 15, 2010

Syorgaku by Intan Sarafina

Music, Lyric & Video by : Zainal Zulia
Arrangement by Rafik (rafikoncept)
Performed by Intan Sarafina

Sajakiri Music 2010






Tatap wajahmu,
Yang sedang tangis
Dalam gerimis
Tataplah wajahku
Sebagai insan
Yang menyayangmu

Usah kau cuba
Untuk mengusir
Air mata mu
Oh, itu
Berilah ku peluang
Untuk mengusap
Pipi halus mu
Oh, itu

Kaulah syorgaku, maduku
Kaulah syorgaku, racunku
Kaulah syorgaku
Tawamu penghapus sayu

Kaukan membelaiku
Sehingga ku lena
Lalu kau hilang
Umpama angin

Kaukan mencariku
Bila kau merinduku
Lalu kau hilang
Di bawa angin
Mengapa, haruskah kau pergi




Review

Lagu ini dicipta ketika aku di Dublin. Perasaan sayu di perantauan bertambah pedih menyebulungi tatkala ditinggal gadis A.

"Kaukan mencariku
Bila kau merinduku
Lalu kau hilang
Di bawa angin"

Aku merasa dipermainkan.

Cheh! Jiwang plak!

Versi pop jazz yang disusun oleh Rafik ini adalah eksperimentasi bagiku. Aku terlebih dahulu merakamkan lagu ini dalam bentuk "bossanova perisa rock" bersama TuLang. Dimana ia lebih sayu dan 'dark', lebih meruntun. Versi pop jazz kali ini lebih 'soothing', malar segar dan ceria.

Aku menyukai kedua2nya, tetapi versi original lebih dekat kepadaku.

Aku sungguh berbangga kerana penyanyi sehebat Intan Sarafina sudi menyanyikan lagu ini. Terimakasih Intan & Ken.

Saturday, May 15, 2010

Tidurku Lena

Lagu & Lirik :Zainal Zulia
Sajakiri Production 2010





Siapamu, di lenaku
Senyumanmu, seindahnya
Sang pelangi, yang mewarna
Malam gelapku

Sekilasnya, pandanganmu
Mendamaikan, hati ini
Seumpama, laut biru,
Yang terbentang
Seluas-luasnya

Sayang, kaulah mimpiku yang sempurna
Tak ingin ku terjaga
Biar saja tidurku lena
Dibuaimu, selamanya



Hadirnyamu, di hatiku
Realiti, atau ilusi?
Tetaplah, kan di situ
Setia menanti
Kalu beradunya ku

Dan sayang, kaulah mimpiku yang sempurna
Tak ingin ku terjaga
Biar saja tidurku lena
Biarkan ku bahagia

Biar saja tidurku lena
Tak ingin ku terjaga





Review

Lagu ini mengisahkan tentang seorang pemuda yang sedang tidur/koma, bermimpi bertemu dengan puteri impian/bunian dalam tidurnya. Tentunya, dia merasa lebih bahagia, berbanding alam realitinya. Dan tidak mahu dia terjaga dari lenanya yang panjang.

Secara peribadi, aku juga pernah jatuh cinta/bercinta dan bahagia pada ketika itu. Segalanya terlalu indah umpama mimpi. Ya, seperti mimpi jua, pada hujung ceritanya, kita merasakan segalanya akan berakhir. Ataupun sudah pun berakhir sebenarnya. Atau mungkin kita sendiri yang tidak mahu menerima kenyataan.

Untuk 'counter' lagu ini, aku ada mencipta lagu yang berjudul "Darah" yang liriknya sebegini :

"Bangunlah,
Bangkitlah dari mimpi yang tidak pasti,
Buangkan ia
"

Mak aku cakap " wow, lirik ni memang kena betul dgn Nal."

Cool kan.

Thursday, April 15, 2010

Reput by TuLanG (feat Farah Asyikin)


Performed by : TuLanG (feat Farah Asyikin)
Lagu & Lirik :Zainal Zulia
Sajakiri Production




Mungkin ini kali yang pertama ku terdengar suara halus
Membisik namaku sehalus bayu yang bertiup


Mungkin kali ini tak dapatku bezakan mimpi atau sedar
Apa yang kupasti aku masih lagi terdengar ;

Jangan tinggalkanku, aku kesepian
Aku keseorangan, dalam kedukaan

Dengar rintihanku, dengar rayuanku
Jangan tinggalkanku, aku kesepian

Cari-cari mencari apa yang kucari akupun tak pasti
Mencari semangat diri aku yang telah hilang

Kepadamu, kumenyeru, kumerayu
Pergilah dikau jauh dariku




Review

The Song

The rhythm inspired from Butterfingers's, "Daulat Tuanku". I wrote this song using a 'programmed' marching tempo, from my 10-years keyboard Yamaha PSR-320, pattern no 87.

I purposely attempted to write an 'odd' song, after have written so many 'standard pop rock song'. Just for the sake of art & creativity.


The Lyric

The inspiration derived from my rented house in Taman Tun Dr Ismail, back in 2004. After we live there for about 8 months (peacefully), someone told me(unintended) the house used to be a crime scene, when the previous owner committed suicide by hang himself in one of the room (probably mine!), 4 years back.

Lyric wise, i imagined entrapped body of the dead (of a beautiful woman), buried alive, underground, beneath of a flour a house. And the soul haunt U, whenever U enter the house!


The Recording

We recorded the song at Rafik Konsep Studio in 2005. Farah Asyikin, who just finished her competition in Malaysia Idol (she was in Top 3), willingly sang the song as a favour of a friend. Thank U Farah. I remembered how she asked me after listening the demo. "Lagu pebenda ni Nal?"

JD also appreciate the arrangement by quoting,
"Interesting arrangement and instrumentation you got going on there.... Unique, creative :)".

Credit to Rafik.